​Sang Nahkoda Baru di “Rumah Besar” Ulama: Mengenal Prof. Halim Soebahar, Ketua Umum MUI Jawa Timur

​Tepat pada Senin, 20 April 2026, sebuah babak baru dimulai dalam sejarah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur. Melalui Rapat Paripurna yang digelar di Surabaya, Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, MA resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum MUI Jawa Timur masa khidmat 2025–2030.

​Penetapan beliau bukan sekadar pergantian posisi administratif, melainkan sebuah simbol keberlanjutan kepemimpinan intelektual. Prof. Halim adalah sosok yang unik: ia adalah seorang "Ulama Intelektual" sekaligus "Intelektual Ulama" yang mampu menjembatani teks-teks klasik keagamaan dengan dinamika modernitas.

​Filosofi Pengabdian: "Hikmah yang Luar Biasa"

​Sesaat setelah ditetapkan sebagai Ketua Umum, Prof. Halim menyampaikan sebuah refleksi yang sangat menyentuh hati para hadirin. Beliau menekankan bahwa posisi di MUI bukanlah sekadar jabatan struktural, melainkan ladang khidmah yang spiritual.

​Beliau menyatakan bahwa "mengabdi di MUI itu hikmahnya luar biasa." Pernyataan ini lahir dari pengalaman panjang beliau yang telah berkhidmah di struktur MUI selama lebih dari tiga dekade. Bagi beliau, hikmah tersebut bukan berupa materi, melainkan kesempatan untuk menjaga harmoni umat, mempertemukan pemikiran para ulama dari berbagai latar belakang, serta memberikan solusi atas persoalan kebangsaan yang kompleks. Pengabdian ini dianggap sebagai bentuk syukur atas ilmu dan amanah yang telah dititipkan Allah SWT.

​Profil dan Latar Belakang Keluarga

​Lahir pada 4 Januari 1961, Prof. Halim Soebahar adalah anak kelima dari delapan bersaudara dari pasangan KH. Bahrul Ulum dan Hj. Siti Badriyah. Tumbuh dalam lingkungan pesantren yang kental dengan tradisi keilmuan, beliau mewarisi keteguhan prinsip sekaligus fleksibilitas berpikir. Sebagai pengasuh Pondok Pesantren Shofa Marwa di Arjasa, Jember, beliau tetap menjaga peran sebagai pendidik spiritual di tengah kesibukan akademiknya yang padat.

​Jejak Akademik dan Karier

​Karier Prof. Halim adalah cerminan dari kegigihan seorang pembelajar. Beliau pernah menjalani masa-masa sulit sebagai guru honorer sebelum akhirnya mencapai puncak akademik. Beberapa capaian pentingnya meliputi:

  • Guru Besar Pendidikan Islam: Pakar dalam modernisasi pendidikan pesantren dan integrasi ilmu.
  • Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember: Membawa perubahan signifikan dalam tradisi riset keislaman.
  • Tiga Dekade di MUI: Memulai pengabdian dari tingkat daerah di MUI Jember hingga menjabat Wakil Ketua Umum MUI Jatim, sebelum akhirnya kini dipercaya menjadi Ketua Umum.

​Visi Kepemimpinan: MUI sebagai "Rumah Besar"

​Dalam sambutannya, Prof. Halim kembali menegaskan visi bahwa MUI adalah "Rumah Besar" bagi seluruh Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam. Beliau berkomitmen untuk:

  1. Mengembangkan Islam Wasathiyah (Moderat): Menjaga kerukunan umat dengan pendekatan yang inklusif dan ilmiah.
  2. Khadimul Ummah (Pelayan Umat): Memastikan MUI hadir sebagai pemberi solusi bagi masalah nyata yang dihadapi masyarakat Jawa Timur.
  3. Shodiqul Hukumah (Mitra Pemerintah): Bersinergi dengan pemerintah dalam membangun moralitas dan kesejahteraan bangsa.

​Penutup

​Kehadiran Prof. Halim Soebahar sebagai Ketua Umum MUI Jawa Timur membawa angin segar bagi penguatan ukhuwah Islamiyah. Dengan keyakinan bahwa pengabdian di jalan ulama membawa hikmah yang tak terhingga, beliau siap menahkodai MUI Jatim menuju masa depan yang lebih maslahat.

"Mengabdi di MUI itu hikmahnya luar biasa. Ini adalah wadah musyawarah bagi ulama, zuama, dan intelektual muslim untuk menggariskan misi suci bagi bangsa."Prof. Halim Soebahar

Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, MA bersama Direktur LSP Mitra Umat Islam Dr. Moch Yasin, S. Kom., M. Kom., MBA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *