Reposisi Strategis MUI Jawa Timur: Kiai Mutawakkil Fokus Mengabdi di Pesantren Genggong, Prof. Halim Soebahar Nahkodai MUI Jatim

​SURABAYA – Struktur kepemimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur resmi mengalami transformasi besar. Melalui Keputusan Rapat Paripurna, disepakati pergantian posisi Ketua Umum serta reposisi sejumlah pengurus inti untuk masa khidmat 2025–2030. Langkah ini diambil sebagai respons atas pengunduran diri KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah yang memilih untuk lebih fokus pada pemulihan kesehatan dan pengabdian total di basis pendidikan pesantren.​Kembali ke Akar: Fokus di Pesantren Zainul Hasan Genggong​Keputusan KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah untuk melepaskan jabatan Ketua Umum didasari oleh pertimbangan yang sangat mendalam. Selain alasan kesehatan yang memerlukan perhatian intensif, beliau menyatakan niatnya untuk memusatkan sisa energi dan pikiran bagi pengembangan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo.​Sebagai pengasuh di salah satu pesantren tertua dan terbesar di Jawa Timur, tanggung jawab beliau dalam membina ribuan santri serta menjaga warisan keilmuan para leluhur menuntut kehadiran fisik dan batin yang penuh. Dengan mundur dari jabatan struktural di tingkat provinsi, beliau diharapkan dapat memimpin pesantren dengan lebih optimal sekaligus menjalani proses masa pemulihan tanpa terbebani tugas-tugas administratif keorganisasian yang padat.​Keputusan Rapat Paripurna dan Struktur Baru​Meski berfokus di pesantren, MUI Jatim tetap menempatkan Kiai Mutawakkil dalam posisi terhormat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan. Hal ini memastikan bahwa visi dan nasihat beliau tetap menjadi kompas bagi pengurus baru.​Rapat Paripurna juga menetapkan sejumlah reposisi strategis untuk memperkuat kinerja organisasi ke depan:​Ketua Umum: Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar ditetapkan sebagai nakhoda baru, menggantikan posisi Kiai Mutawakkil.​Wakil Ketua Umum Bidang Agama dan Sosial Budaya: Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab) dipercaya mengisi pos ini untuk memperkuat sinergi sosial.​Ketua Bidang Fatwa: KH. Ma’ruf Khozin, yang dikenal sebagai pakar literasi fikih, akan memimpin kebijakan hukum agama.​Ketua Bidang Ukhuwah dan Kerukunan: Dr. KH. Akhmad Jazuli bertugas menjaga harmoni antar-umat di Jawa Timur.​Sekretariat & Bendahara: Terdapat penambahan tenaga ahli, yakni Imam Hidayat di jajaran sekretaris dan Dr. Agung Subagyo di jajaran bendahara.​Penutup yang Manis dalam Khidmat​Langkah Kiai Mutawakkil yang memilih "turun gunung" untuk fokus mengasuh santri di Probolinggo dipandang sebagai bentuk keteladanan seorang ulama dalam mengukur kapasitas diri dan memprioritaskan umat di akar rumput.​MUI Jawa Timur di bawah kepemimpinan Prof. Halim Soebahar berkomitmen untuk melanjutkan estafet perjuangan yang telah dibangun, dengan tetap menjadikan bimbingan dari Dewan Pertimbangan—termasuk Kiai Mutawakkil—sebagai pilar utama dalam pengambilan keputusan-keputusan besar bagi umat Islam di Jawa Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *